Untukku.. Menepikan bayangmu sebatas dusta
Hanya agar hargaku tetap bersahaja
Melupakanmu sama saja memaksaku untuk menghilangkan kenangan
Meninggalkan harapan untuk saling menggandeng tangan
Aku ingin Tuhan segera menyadarkan, bahwa sebenarnya..
Kita memang sengaja dipertemukan dipersimpangan
Apa aku begitu menjijikan?
Membuatmu menyingkirkan senyuman, berpaling muka mengacuhkan
Mengenalmu mengapa jadi begitu menyakitkan?
Sembunyikan saja aku dari peradaban, maka aku lebih memilih untuk tetap diam ditepian
Tak perlu menahan luka yang kau torehkan, tepat disudut terdalam
Bagaimana bisa Tuhan meluluhkan cinta, sedang kau tak sedikitpun beri perhatian
Bagaimana mungkin, untuk bangkit saat Tuhan sudah menjatuhkan aku kedalam pelukan
Sedang kau? Kau tak sedikitpun memberi uluran tangan
Apa aku harus merogoh sampai tergopoh?
Melakukan tindakan senonoh hanya agar hatimu roboh
Jarum waktu nyaris tumpul..Kapan kau mau datang merangkul?
Merengkuhku dengan angkuh..Sesumbar ingin segera melamar
Aku tak terbiasa menunggu dengan ragu
Aku tak kuasa berteriak memanggil namamu
Aku tak bisa hanya terus berkhayal tentangmu
Aku takut kehilangan senyummu
Aku takut ditinggal seseorang.. yang bahkan belum sempat mendekat
Aku makin takut kehilangan apa yang bukan menjadi miliku, takut kehilangan yang tak pernah ada dalam genggaman...
Cintakah dia?


0 komentar:
Posting Komentar